Cara Menghitung Gaji Bulanan Karyawan Tetap, Tidak Tetap, Prorata

Dalam menghitung gaji karyawan, banyak kriteria yang mempengaruhi besaran gaji pokok selain yang sudah ditentukan dalam peraturan pemerintah. Baca selengkapnya untuk memahami kriteria dan cara menghitung gaji karyawan.

Gaji merupakan kewajiban utama yang harus diberikan oleh perusahaan bagi karyawannya sebagai kompensasi atas kinerja yang telah dilakukan. Dalam perhitungan gaji karyawan, ada banyak hal yang dipertimbangkan dalam menentukan gaji pokok, seperti status karyawan, kualifikasi pekerjaan, keterampilan dan pengalaman yang dimiliki karyawan. 

Namun untuk menciptakan kehidupan yang layak bagi tenaga kerja, pemerintah juga menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang wajib ditaati oleh setiap perusahaan. Sesuai dengan UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang menyebutkan bahwa pengaturan pengupahan yang ditetapkan atas kesepakatan antara pengusaha dan pekerja tidak boleh lebih rendah dari ketentuan pengupahan yang ditetapkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sebelum melakukan perhitungan gaji karyawan, hal pertama yang perlu diketahui adalah komponen di dalam gaji. Macam-macam komponen gaji antara lain:

Tunjangan

Tunjangan adalah tambahan pendapatan di luar gaji bagi pekerja dan keluarganya atas suatu pekerjaan yang telah atau akan dilakukan. Adapun tujuan diberikannya tunjangan adalah untuk mendorong pekerja lebih berdisiplin, rajin dan produktif. Dalam praktiknya, tunjangan dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu Tunjangan Tetap dan Tunjangan Tidak Tetap.

Potongan

Potongan gaji adalah pengurangan nominal gaji yang berkaitan dengan kewajiban pribadi karyawan, seperti Pajak Penghasilan (PPh 21), iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, jaminan hari tua, pembayaran cicilan, dan potongan lain-lain.

Baca juga: Payroll adalah Sistem Gaji Karyawan, Ini Prosesnya

Upah Lembur

Upah lembur adalah upah yang dibayarkan oleh pengusaha kepada karyawan yang melaksanakan pekerjaan dalam waktu kerja lembur. Perhitungan upah lembur juga telah diatur dalam undang-undang yang didasarkan pada jumlah hari kerja di suatu perusahaan dan jumlah waktu kerja lembur yang dilakukan karyawan.

Gaji Pokok

Gaji pokok adalah imbalan dasar yang dibayarkan kepada pekerja menurut tingkat atau jenis pekerjaan yang besarnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara perusahaan dan karyawan. Aturan tentang gaji pokok dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan adalah berikut ini.

Dalam hal komponen upah terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap, maka besarnya upah pokok sedikit-dikitnya 75% dari jumlah upah pokok dan tunjangan tetap.

Cara Menghitung Gaji Karyawan Tetap

Seorang karyawan A bekerja di PT. X dengan status karyawan tetap. Ia menerima gaji bulanan sebesar Rp 6.000.000. Saat ini ia sudah menikah dan tidak memiliki tanggungan. Dengan ilustrasi berikut, maka perhitungan gaji bersih karyawan A adalah di bawah ini.

Cara Hitung Gaji Karyawan Tetap

Cara Menghitung Gaji Karyawan Tidak Tetap

Seorang karyawan B yang berstatus lajang dan tidak memiliki tanggungan, bekerja di PT. Y dengan status karyawan tidak tetap. Ia menerima gaji bulanan sebesar Rp 8.000.000. Dengan demikian, perhitungan gaji bersih karyawan B adalah berikut ini.

Cara Hitung Gaji Karyawan Tidak Tetap

Cara Menghitung Gaji Karyawan Prorata

Perhitungan gaji karyawan secara prorata atau proporsional dilakukan jika perusahaan merekrut karyawan di pertengahan bulan untuk langsung bekerja. Karena mulai bekerja di pertengahan bulan, maka karyawan belum berhak untuk menerima gaji bulanan secara penuh. Sehingga perusahaan akan menghitung gaji pada bulan tersebut berdasarkan pada jumlah hari kerja karyawan.

Contohnya, karyawan C yang berstatus lajang mulai bekerja di PT. Z mulai tanggal 15 Juni. Perusahaan tempatnya bekerja menerapkan sistem 5 hari kerja. Gaji bulanan yang ia terima sebesar Rp 4.500.000. Rumus perhitungan gaji karyawan C di bulan Juni adalah sebagai berikut.

Cara Hitung Gaji Karyawan Prorata

Menghitung Gaji Beserta Komponen Gaji

dengan Mudah Menggunakan Software Payroll

Kini Anda sudah bisa menghitung gaji karyawan di perusahaan Anda berdasarkan rumus perhitungan di atas, dengan menyesuaikan kebijakan yang berlaku di perusahaan. Perlu diingat bahwa pembayaran gaji karyawan wajib dilakukan tepat waktu sesuai dengan kesepakatan antara perusahaan dan karyawan. Jika perusahaan terlambat atau pembayarannya tidak sesuai kesepakatan, perusahaan dapat dikenai sanksi denda dari pemerintah.

Karena itu, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan gaji karyawan yang baik merupakan salah satu elemen penting dalam menjaga kredibilitas perusahaan. Oleh karena itu, pemanfaatan software payroll sangat diperlukan dalam perhitungan komponen gaji karyawan. Dengan menggunakan aplikasi payroll dari CATAPA, tugas HR atau pemilik bisnis dalam proses penggajian dapat dipermudah dengan perhitungan otomatis. Sehingga Anda tidak perlu lagi mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya human error. Selain itu, aplikasi payroll CATAPA dapat diintegrasikan dengan aplikasi Time Management yang mengelola data kehadiran karyawan, seperti cuti, izin, dan lembur.

Keuntungan Menggunakan Aplikasi Payroll CATAPA

Ada banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan jika menggunakan aplikasi payroll CATAPA. Untuk mendapatkan kemudahannya, coba langsung aplikasi CATAPA dengan klik tombol di bawah ini!

CATAPA © 2021. All Rights Reserved